Selasa, 20 Desember 2011

Deskripsi Struktur Masyarakat di Kelurahan Tamanwinangun, Kebumen


Masyarakat merupakan sekumpulan individu yang membentuk sistem sosial tertentu dan secara bersama-sama memiliki tujuan bersama yang hendak dicapai, dan hidup dalam satu wilayah tertentu (dengan batas daerah tertentu) serta memiliki pemerintahan untuk mengatur tujuan-tujuan kelompoknya atau individu dalam organisasinya. Dalam masyarakat itu kemudian semakin lama terbentuk suatu struktur masyarakat yang terjadi dalam masyarakat yang menurut perkembangan sejarahnya terjadi perubahan dari periode waktu kewaktu.
Begitu juga struktur masyarakat yang terjadi dalam masyarakat Indonesia, masyarakat Indonesia dalam masa perkembangannya mengalami beberapa fase perkembangan struktur masyarakatnya. Beberapa masa itu antara lain: masa feodal, masa kolonial, masa kemerdekaan, dan masa kekinian/sekarang. Terlebih dahulu saya akan mencoba menjelaskan secara singkat masa perkembangan struktur masyarakat yang terjadi dalam masyarakat Indonesia.
Masa Feodal
Feodal berasal dari bahasa latin “feodum “ yang artinya “tanah”. Masa ditandai dengan adanya lapisan atas tanah ( tuan tanah ) dan vassal ( buruh ). Terjadi penguasaan segala aspek yang dilakukan oleh lapisan atas terhadap lapisan bawah. Selain itu, adanya kepatuhan lapisan bawah terhadap lapisan atas sehingga menyebabkan nasib lapisan bawah sangat ditentukan oleh lapisan atas. Kekuasaan dan kewenangan hanya dimiliki oleh lapisan atas. Lapisan bawah tidak memiliki hak untuk berpendapat (tidak ada demokratisasi). Masa feodal merupakan masa peralihan dari budak ke buruh. Meskipun masa ini lebih banyak merugikan lapisan bawah, akan tetapi lapisan atas memberikan perlindungan fisik dan nonfisik terhadap lapisan bawah sebagai konsekuensi timbal balik lapisan bawah telah mengabdi kepada lapisan atas. Sifat pelapisan sosialnya bersifat tertutup sehingga menyebabkan sulit sekali terjadi mobilitas dari lapis bawah kelapisan atas.
Dalam masyarakat Indonesia khususnya di Jawa, masa feodal dibuktikan dengan adanya kepemilikan tanah. Penduduk desa yang memiliki lahan pertanian, halaman tertutup dan rumah sendiri dikatakan sebagai penduduk desa inti serta mendapat posisi terhormat.dalam masa feodal di Jawa terjadi kesenjangan yang besar antara bangsawan dengan masyarakat biasa. Sistem status dipertahankan dengan endogami agak ketat, dimana wanita bangsawan dilarang menikah dengan orang awam/ budak. Selain itu di Jawa, masuknya Hinduisme menciptakan stratifikasi sosial yang berbentuk sistem kasta dengan kaum bangsawan sebagai lapisan pertamanya.
Masa Kolonial
Kolonial adalah sistem pemukiman warga suatu negara di luar wilayah asalnya, kemudian daerah itu dinyatakan sebagai bagian wilayah mereka. Tujuan utamanya menguras sumber kekayaan, sedangkan kesejahteraan dan pendidikan rakyat daerah koloni, tidak diutamakan. Kolonialisme meruakan pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia di luar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja, dan pasar wilayah tersebut. Istilah ini juga menunjuk kepada suatu himpunan keyakinan yang digunakan untuk melegitimasikan atau mempromosikan sistem ini, terutama kepercayaan bahwa moral dari pengkoloni lebih hebat ketimbang yang dikolonikan.
Pada masa kolonial di Indonesia, sistem status dikontrol oleh kompeni Hindia Belanda. Bangsa barat (Belanda) menempati lapisan sosial yang paling tinggi. Pada lapisan kedua adalah warga merdeka (bebas), sperti penganut agama Kristen. Lapisan ketiga adalah orang Cina, dan lapisan paling bawah adalah penduduk Indonesia yang sebagian besar adalah budak. Selain itu, terjadi diskriminasi ras pada mas ini. Karena adanya diskriminasi ras, maka semakin gelap warna kulit, semakin Hindia cara bicaranya, cara berpakaian dan berperilaku maka semakin rendah posisi sosial mereka.
Sekolah-sekolah mengadaptasi sistem pengajaran kolonial, penduduk pribumi menerima pelatihan pertanian dengan teknik-tekniknya, sehingga nantinya dapat mencapai prestise yang lebih tinggi. Para pegawai diberi penghormatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan petani asli, bahkan mungkin dapat mencapai standar kehidupan yang lebih tinggi.
Masa Kemerdekaan
Kata kemerdekaan, dari kata dasar merdeka. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dapat kita temukan bahwa arti kata merdeka adalah: 1) bebas dari perhambaan, penjajahan, dsb., berdiri sendiri; 2) tidak terkena atau lepas dari tuntutan; 3) tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu. Sedangkan kemerdekaan adalah keadaan (hal) berdiri sendiri (bebas, lepas, tidak terjajah lagi); kebebasan.
Kata merdeka berasal dari bahasa Sansekerta Mardika yang artinya pandai, terhormat, bijaksana dan tidak tunduk kepada sesorang sealin raja dan Tuhan. Dalam bahasa Melayu Merdika berati bebas, baik dalam pengertian fisik, kejiwaan, maupun dalam arti politik.
Dalam pengertian negara, kemerdekaan dapat pula diartikan sebagai keleluasaan bagi setiap warga negaranya untuk terlibat dalam kegiatan politik dan sosial kemasyarakatan, tanpa adanya berbagai paksaan atau tekanan dari pihak masyarakat dan pemerintahan/negara.
Masa kemerdekaan ditandai dengan terlepasnya bangsa Indonesia dari penjajahan kolonial Hindia Belanda. Di beberapa daerah/ wilayah tertentu, aturan adat feodal juga sudah mulai dikesampingkan.
Pada masa kemerdekaan, pendidikan menjadi terbuka bagi sebagian besar bangsa Indonesia. Semakin banyak penduduk yang sudah mengenyam pendidikan sehingga mengubah struktur masyarakat yang tadinya masih tradisional menjadi lebih maju. Semua ini berimbas pada kebutuhan akan tenaga yang terlatih terus meningkat.
Modern/ Masa kini
Kata Modern berasal dari bahasa latin “ Modo” yang artinya cara dan “ Ernus” yang berarti masa kini. Menurut Talcott Parson, masa modern ditandai dengan netralitas efektif yaitu bersikap netral, bahkan dapat menuju sikap tidak memperhatikan orang lain/ lingkungan. Masyarakat dalam masa modern bersifat orientasi diri yaitu lebih mengutamakan kepentingan diri sendiri. Masyarakatnya juga bersifat universalisme yaitu menerima segala sesuatu dengan obyektif dan spesifitas yaitu berterus terang dalam mengungkapkan segala sesuatu. Masa modern juga memberikan pandangan terhadap masyarakat untuk Prestasi yaitu masyarakatnya suka mengejar prestasi.
Menurut Alex Inkeles manusia modern memiliki cirri-ciri sebagai berikut: menerima hal-hal baru; menyatakan pendapat baik tentang lingkungannya sendiri maupun luar; menghargai waktu; memiliki perencanaan dan pengorganisasian; percaya diri; perhitungan; menghargai harkat hidup orang lain; lebih percaya pada ilmu pengetahuan dan teknologi; menjunjung tinggi suatu sikap dimana imbalan sesuai dengan prestasi yang diberikan.
Pada masyarakat modern, masyarakatnya heterogen. Sistem pelapisan sosialnya pun sudah terbuka, sehingga menjadikan mobilitas status sosialnya tinggi. Masyarakat yang modern melakukan tindakannya didasarkan secara rasional bukan irasional dan sudah tidak terikat pada tradisi/ adat.
Dalam masyarakat Indonesia masa modern/ mas kini ditandai dengan adanya perkembangan disegala aspek, baik pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lainnya. Pada masa ini sistem status yang ada di masyarakat sudah berdasar pada prestise pribadi. Munculnya kelas usahawan di dalam masyarakat yang mengakibatkan naiknya prestise sosial mereka. Semakin berkembang, kemudian sistem status lebih diwakili oeh orang-orang di dalam organisasi kolektif yang memainkan peranan penting dalam kehidupan masyarakat.
Analisis
Sebelum masuk keanalisis bentuk struktur masyarakat yang ada di daerah tempat tinggal saya. Terlebih dahulu saya akan menyampaikan daerah tempat tinggal saya. Tempat tinggal saya di Kelurahan Tamanwinangun, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen. Daerah tempat tiggal saya juga mempunyai bentuk struktur masyarakat.
Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya di atas tentang sistem status yang ada di masyarakat Indonesia, struktur masyarakat yang ada di daerah saya sekarang ini sudah termasuk kedalam struktur masyarakat masa modern atau struktur masyarakat masa kini. Masyarakat di daerah tempat tinggal saya sudah termasuk kedalam struktur masyarakat modern/ masa kini sebab di daerah tempat tinggal saya sudah tidak ada lagi suatu penjajahan yang dilakukan oleh suatu pihak atau daerah, sehingga daerah tempat tinggal saya sudah terlepas dari adanya perbudakan maupun proses kolonial yang lainnya. Masuknya kapitalisme di dalam masyarakat juga sebagai gambaran bahwa bentuk stratifikasi masyarakat di daerah tempat tinggal saya adalah masa kini/ modern.
Hampir semua jenis mata pencaharian ada di masyarakat tempat tinggal saya, seperti pegawai kantor, polisi, pedagang, pegawai swasta, buruh maupun petani. Masyarakat di daerah tempat tinggal saya mayoritas masih berasal dari daerah setempat, bagi masyarakat pendatang masih sangat jarang. Sebagai dampak dari sudah semakin banyaknya masyarakat yang memiliki mata pencaharian, hingga kapitalisme pun masuk kedalam kehidupan masyarakatnya. Sebagai contoh, ada tetangga saya, ia adalah karyawan toko yang tetap berangkat kerja di toko meskipun ada kegiatan kemasyarakat (kerja bakti) di lingkungan masyarakat. Alasannya ia tetap berangkat kerja karena toko tidak tutup atau belum dapat gajian.
Selain itu contoh lainnya yaitu tukang bakso yang ada didaerah saya. Mereka tetap berjualan dihari lebaran yang kedua. Alasan mereka sekali lagi adalah inggin mendapatkan untung yang lebih dihari lebaran. Kedua contoh di atas mencerminkan bahwa kapitalisme  memang sudah mengakar dikehidupan masyarakat. Akan tetapi masyarakat tidak menyadari akan hal itu.
Meskipun struktur masyarakat di daerah tempat tinggal saya sudah modern, akan tetapi masih terdapat beberapa bekas peninggalan-peninggalan dari masa kolonial yang masih dilaksankan oleh masyarakat setempat. Dampak dari masa kolonial itu misalnya tentang pembayaran pajak. Masyarakat tempat tinggal saya masih diwajibkan untuk membayar pajak (pajak bumi dan bangunan). Seperti yang kita ketahui bahwa sistem pajak merupakan suatu produk buatan dari masa kolonial Belanda, yang dahulu masyarakat Indonesia diwajibkan membayar pajak untuk diserahkan kepada pemerintah Belanda. Akan tetapi pada masyarakat masa kini seperti yang ada di daerah tempat tinggal saya, pajak sekarang ini dibayarkan untuk pemerintah daerah (pemda) setempat.
Selain pajak, dalam hal pendidikan juga sanagatlah dirasakan dampak dari adanya produk kolonialisme. Di daerah tempat tinggal saya kini sudah banyak sekali terdapat sekolah-sekolah dari SD sampai pergurun tinggi. Seperti yang kita ketahui kalau zaman kolonial Belanda, hanya masyarakat dari kaum bangsawan saja yang boleh mengenyam pendidikan, akan tetapi sekarang hampir semua masyarakat telah bersekolah.
Pada masyarakat didaerah tempat saya tinggal, penghormatan atas status sosial seseorang sudah tidak lagi berdasarkan pada ras maupun kasta. Akan tetapi pemberian penghormatan atas status sosial seseorang lebih didasarkan pada jenis mata pencahariannya dan tingkat pendidikannya. Masyarakat yang memiliki tingkat pendidikannya lebih tinggi akan lebih dihormati dari pada yang berpendidikan rendah. Begitu juga masyarakat yang bermata pencaharian sebagai pegawai (PNS) atau TNI/ Polri akan diberi penghormatan lebih tinggi. Lain halnya dahulu pada masa kolonial Belanda yang mendasarkan pelapisan status sosialnya berdasarkan ras, dimana orang yang berras kulit putih yang menduduki lapisan sosial paling atas. Itu lah sebagian dari dampak masa kolonial Belanda yang masih terasa di masyarakat tempat tinggal saya.  
Sedangakan masa feodal tidak memberikan begitu banyak pengaruh bagi masyarakat di daerah tempat tinggal saya. Sebab tidak saya temukan produk-produk dari masa feodal yang ada di daerah tempat tinggal saya.
Saya rasa demikianlah deskripsi tentang struktur masyarakat tempat tinggal saya. Masyarakat yang telah memeliki struktur masyarakat modern/ masa kini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar