Tampilkan postingan dengan label Materi Sosiologi Kelas XI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Sosiologi Kelas XI. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Desember 2011

Masyarakat Multikultural


MASYARAKAT MUTIKULTURAL


Pengertian masyarakat multikultural menurut para ahli :
    1. J.S Furnivall (1967) berpendapat bahwa masyarakat majemuk adalah suatu masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih elemen yang hidup sendiri-sendiri tanpa ada pembauran satu sama lain didalam satu kesatuan politik.
   2. J.Nasikun, menyatakan suatu masyarakat bersifat majemuk sejauh masyarakat tersebut secara struktural memiliki sub-subkebudayaan yang bersifat diverse yang ditandai oleh kurang berkembangnya sistem nilai yang disepakati oleh seluruh anggota masyarakat dan juga sistem nilai dari kesatuan-kesatuan sosial, serta sering munculnya konflik-konflik sosial.
    3. Clifford Geertz, berpendapat bahwa masyarakat majemuk merupakan masyarakat yang terbagi kedalam sub-subsitem yang kurang lebih berdiri sendiri dan masing-masing subsistem terikat oleh ikatan-ikatan primordial.
Masyarakat multikultral adalah masyarakat yang memilki keanekaragaman kelompok-kelompok sosial berdasarkan perbedaan suku, bangsa, bahasa, agama dan adat-istiadat, tetapi terikat oleh suatu kepentingan bersama yang bersifat formal dalam bentuk sebuah negara.
Menurut Van Den Berghe, masyarakat multikultural memiliki karakteritik sebagai berikut :
    a. Terjadinya segmentasi ke dalam kelompok-kelompok yang sering kali memiliki subkebudayaan yang berbeda satu sama lain.
    b. Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi kedalam lembaga-lembaga yang besifat nonkomplementer.
    c.      Kurang mengembangka konsensus mengenai nilai-nilai sosial yang telah disepakati bersama.
    d.         Relatif sering terjadi konflik
    e.        Secara relatif integrasi sosial tumbuh diatas paksaan
    f.     Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok-kelompok     lainnya.
Indonesia merupakan salah satu negara yang memilki keanekaragaman kelompok-kelompok sosial dan kebudayaan yang berbeda sehingga masyarakat Indonesia merupakan masyarakat multikultural.
Faktor-faktor penyebab timbulnya masyarakat multikultural adalah sebagai berikut:
    a.            Keadaan geografis
    b.            Pengaruh kebudayaan asing
    c.            Kondisi iklim yang berbeda
Dengan adanya keadaan geografis yang berbeda, adanya pengaruh berbagai kebudayaan asing serta kondisi iklim yang berbeda menyebabkan keanekaragaman kelompok-kelompok sosial dan kebudayaan yang berbeda dalam masyarakat Indonesia.
Keanekaragaman kelompok-kelompok sosial dapat dilihat dari kelompok etnis (suku bangsa) yang beragam dengan berbagai corak kebudayaan uyang berbeda, kelompok-kelompok keagamaan, berdasarkan agama-agama yang dianut berbagai anggota masyarakat, serta kelompok-kelompok berdasarkan stratifikasi sosial dalam masyarakat Indonesia.
Akibat adanya keanekaragaman multikultural dalam masyarakat multikultural Indonesia sering kali dijumpai berbagai masalah, seperti kesenjangan dalam aspek kemasyarakatan, kesenjangan dalam aspek sosiogeografis, kesenjangan perekonomian, kesenjangan antara mayoritas minoritas, pribumi dan nonpribumi serta berbagai konflik sosial yang berbau SARA. Oleh sebab itu, perlu dicari alternatif pemecahan masalah dari masalah-masalah tersebut.
Dewasa ini sudah saatnya dikembangkan pendidikan multikultural yang menekankan pada konsep multikulturalisme yang memandang kesetaraan kebudayaan tanpa menghilangkan kekhususan budaya lokal.

Multikulturalisme membangun kesadaran tentang pentingnya kelompok-kelompok etnis dan budaya memiliki kemampuan untuk berinteraksi dalam ruang bersama. Dengan pendidikan multikultural diharapkan sikap empati dan toleransi dari masing-masing anggota, dan kelompok yang berbeda akan semakin kuat dan terwujud dalam kehidupan berbangsa yang berbineka tunggal ika.


Source:sosiologi 2 SKKM SMA/MA Kelas XI, Yudhistira


»»  Read More...

Dinamika Kelompok Sosial

Dinamika Kelompok Sosial

Menurut Floyd D. dalam bukunya Psycology and Life, dinamika kelompok (group dynamics) merupakan analisis hubungan kelompok-kelompok sosial dimana tingkah laku dalam kelompok adalah hasil interaksi yang dinamis antara individu-individu dalam situasi sosial tertentu.
Dinamika kelompok sosial adalah proses perubahan dan perkembangan kelompok-kelompok sosial sebagai hasil dari interaksi sosial yang dinamis antarindividu dalam suatu kelompok ataupun antara individu dengan kelompok lain.
Menurut Ruth Benedict, aspek (pokok persoalan) dinamika kelompok sosial, antara lain:
1.    Kohesi atau persatuan, seperti proses pengelompokan, intensitas anggota, arah pilihan, dan nilai-nilai dalam kelompok.
2.   Motif atau dorongan, seperti kesatuan kelompok, tujuan bersama, dan orientasi diri terhadap kelompok
3.   Struktur, seperti bentuk pengelompokan, bentuk hubungan, perbedaan kedudukan antaranggota, dan pembagian tugas.
4.   Pimpinan, seperti bentuk-bentuk kepemimpinan, tugas pimpinan dan sistem kepemimpinan
5.   Perkembangan kelompok, seperti perubahan dalam kelompok, perpecahan kelompok, keinginan anggota untuk tetap berada dalam kelompok, dan lain sebagainya.
Pentingnya mempelajari dinamika kelompok sosial, sebab:
a.   Kelompok sosial merupakan kesatuan sosial yang selalu ada dalam setiap masyarakat.
b.   Dinamika kelompok sosial berkaitan dengan perubahan sosial dan kebudayaan masyarakat sehingga relevan dengan kebijaksanaan pemerintah dalam pembangunan daerah.
Faktor-faktor penyebab terjadinya dinamika kelompok sosial:
a.   Faktor pendorong dari luar kelompok (Extern)
v Perubahan situasi sosial
v Perubahan situasi ekonomi
v Perubahan situasi politik
b.   Faktor pendorong dari dalam kelompok (Intern)
v Adanya konflik antaranggota kelompok
v Adanya perbedaan kepentingan
v Adanya perbedaan paham di antara anggota kelompok
Perkembangan kelompok-kelompok sosial akan berbeda antara satu kelompok dengan kelompok lain. Pada dasarnya kelompok-kelompok sosial tersebut selalu mengalami perkembangan. Misalnya, dalam kelompok kekerabatan, kelompok okupasional, kelompok volunter, masyarakat desa, ataupun masyarakat kota.
        Masyarakat kota adalah salah satu kelompok sosial yang lebih dinamis dari pada masyarakat desa. Perkembangan yang terjadi dalam kelompok sosial ini dapat dilihat dari beberapa aspek, seperti aspek ekonomi, aspek sosial, aspek politik, maupun aspek budaya.
        Dinamika yang terjadi dalam masyarkat kota akan membawa dampak, baik dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positif adanya perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam masyarakat kota adalah sebagai berikut:
    a. Tingkat pendidikan lebih merata
    b. Komunikasi dan informasi lebih cepat dan mudah
    c. Profesionalitas lebih terjaga
    d. Pembangunan dalam berbagai bidang lebih terjamin
Adapaun dampak negatif adanay perkembangan dan perubahan yang terjadi pada masyarakat kota adalah sebagai berikut:
    a. Munculnya sikap individualistis
    b. Memudarnya nilai kebersamaan
    c. Munculnya sikap kurang mempercayai pihak lain
   d. Memudarnya perhatian terhadap budaya lokal dan budaya nasional, terutama para generasi mudanya


Source: Sosiologi 2 SKKM SMA/MA Kelas XI, Yudhistira
»»  Read More...

Kelompok Sosial

Kelompok Sosial



Pengertian Kelompok Sosial
v Paul B. Horton & Chester L. Hunt (1999)
Mengartikan kelompok sosial sebagai kumpulan manusia yang memiliki kesadaran
v Soejono Soekanto (1990)
Kelompok sosial adl himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan diantara mereka secara timbal balik dan saling mempengaruhi
v Hedropuspito (1969)
Mengartikan kelompok sosial sebagai suatu kumpulan nyata, teratur, dan tetap dari individu-individu yang melaksanakan peran-perannya secara berkaitan guna mencapai tujuan bersama.
Ciri-ciri Kelompok Sosial:
1.     Merupakan kesatuan yang nyata
2.     Memiliki struktur sosial
3.     Memiliki norma-norma
4.     Memiliki kepentingan bersama
5.     Adanya interaksi dan komunikasi
Dasar-dasar Pembentukan Kelompok Sosial:
1.     Faktor kepentingan yang sama (commen interest)
2.    Faktor darah dan keturunan yang sama   (commen ancestry)
3.     Faktor geografis
4.     Faktor daerah asal yang sama
Klasifikasi Kelompok Sosial:
1.     Klasifikasi menurut cara terbentuknya
a. Kelompok semu
1)Kerumunan (crowd)
·       Formal audience
·       Planed expressive group
·       Inconvenient causal crowds
·       Panic causal crowds
·       Spectator causal crowds
·       Acting lawless crowds
·       Immoral lawless crowds
2)Massa atau mass
3)Publik
b.   Kelompok nyata
1)Kelompok statistik
2)Kelompok kemasyarakatan
3)Kelompok sosial
4)Kelompok asosiasi
2.    Klasifikasi menurut erat longgarnya ikatan antaranggota
a.   Gemeinschaft (paguyuban)
1)Gemeinschaft by blood
2)Gemeinschaft of place
3)Gemeinschaft of mind
b.   Gesellscaft (patembayan)
3.     Klasifikasi menurut kualitas hubungan antar anggota
a.     Kelompok primer
b.Kelompok sekunder
4.     Klasifikasi menurut pencapaian tujuan
a.     Kelompok formal
b.Kelompok informal
5.     Klasifikasi menurut K. Merton
a.     Membership group
b.Reference group
6.     Klasifikasi menurut sudut pandang individu
a.        In group (kelompok sendiri)
b.       Out group (kelompok luar)

Source:sosiologi 2 SKKM SMA/MA Kelas XI, Yudhistira
»»  Read More...

Mobilitas Sosial


MOBILITAS SOSIAL


·       Mobilitas sosial adl perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain.
·       Mobilitas dapat berlangsung dalam dua arah, bisa berupa peningkatan atau penurunan dalam segi status sosial dan pengasilan seseorang.
·       Perubahan dalam mobilitas sosial ditandai oleh perubahan struktur sosial yang meliputi hubungan antarindividu dalam kelompok dan antara individu dengan kelompok.
Bentuk-bentuk Mobilitas Sosial
1.Mobilitas Vertikal
(perpindahan pda lapisan sosial yang berbeda)
a.Social climbing (peningkatan status)
b.Social sinking (penurunan status)
2.Mobilitas Horizontal
     (perpindahan pda lapisan yang sama)
a.Mobilitas antarwilayah
b.Mobilitas antargenerasi
        (mobilitas intergenerasi & mobilitas
        intragenerasi)
Hubungan Struktur Sosial dengan Mobilitas Sosial
·       Masyarakat dengan sistem stratifikasi sosial terbuka memberi kesempatan pada para anggotanya untuk melakukan mobolitas sosial vertikal.
Ex: setiap orang memiliki kesempatan menjadi   kepala negara
·       Masyarakat dengan sistem stratifikasi sosial tertutup, kemungkinan terjadi mobilitas vertikal sangat kecil.
Ex: pada masyarakat suku Baduy, masyarakat   berkasta
Faktor Pendorong Mobilitas Sosial
a.Faktor struktural
1.      Struktur pekerjaan
2.    Perbedaan fertilitas
3.    Ekonomi ganda
b.Faktor individu
1.      Perbedaan kemampuan
2.    Orientasi sikap terhadap mobilitas
3.    Faktorkemujuran
Faktor Penghambat Mobilitas Sosial
a.Kemiskinan
b.Diskriminasi kelas
c.Perbedaan ras dan agama
d.Perbedaan jenis kelamin
e.Sosialisasi yang sangat kuat
f.Perbedaan kepentingan
Saluran-saluran Mobilitas Sosial
1.Angkatan bersenjata
2.Pendidikan
3.Organisasi politik
4.Lembaga keagamaan
5.Organisasi ekonomi
6.Organisasi profesi
7.Perkawinan
8.Organisasi keolahragaan
Dampak Positif Mobilitas Sosial
a.Mendorong seseorang untuk lebih maju
b.Memepercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik
c.Meningkatkan integrasi Sosial
Dampak Negatif Mobilitas Sosial
a.Timbulnya konflik
1.      Konflik antarkelas
2.    Konflik antarkelompok sosial
3.    Konflik antargenerasi
b.Berkurangnya solidaritas kelompok
c.Timbulnya gangguan psikologis
1.      Timbul ketakutan an kegelisahan
2.    Frustasi atau putus asa, malu



Source:sosiologi 2 SKKM SMA/MA Kelas XI, Yudhistira
»»  Read More...